Posts Tagged ‘linux’


Pengalaman Menggunakan DreamLinux di PC Tua

On Thursday, 11 06 2009 By amrinz In: Serbaneka Free Software
Tags:experience, linux

5 Comments


Di kantor saya yang baru (saya bekerja sambilan sebagai administrasi di STIKES Hasanuddin Mataram) ada PC tua milik yayasan yang diijinkan untuk digunakan.

Spesifikasi PC itu:
- Processor AMD 800 MHz
- RAM 128 Mb
- Hardisk 8 Gb
- VGA CARD ATI (entah seri apa)

Saat pertama kali menyalakan PC ini, sudah ada Windows XP, PC tidak mau masuk ke desktop karena file xxx.dll missing.
Itu artinya, saya harus menginstal ulang windowsnya, jika mau :-) .

Tapi, saya tertantang untuk menginstall Linux ketimbang Windows, karena 1001 alasan, terutama masalah legalitas.

Akhirnya saya mencoba menginstal Debian Etch 4.0.
Proses booting berjalan mulus, pemartisian, dan ketika proses copy file-file, terjadi kemacetan!
Saya cari tahu masalahnya. Rupanya, si hardisk hilang lenyap tidak terdeteksi lagi, meskipun reboot.

Alhasil, instalasi Debian Etch 4.0 gagal total.
Read the rest of this entry »

Instalasi Ubuntu Studio 9.04

On Friday, 01 05 2009 By salmane In: Install Guide, Ubuntu GNU/Linux
Tags:instalasi, install, linux, tutorial, ubuntu, ubuntu studio

12 Comments


Ubuntu Studio 9.04, turunan Ubuntu yang didesain untuk keperluan studio, mulai dari studio cetak hingga studio editing video. Berbagai tools multimedia berbasis open source telah ditanamkan sehingga dengan sekali instal komputer kita sudah berubah menjadi studio digital. Informasi lengkapnya bisa dilihat di sini.

Dan untuk membuktikannya, kita instal saja Ubuntu Studio 9.04 Jaunty Jackalope yang bisa diunduh di sini. Bakar ke dalam keping DVD, jangan lupa untuk mengatur urutan boot komputer pada DVD-ROM. Caranya bisa dilihat di situs http://www.whitecanyon.com/how-to-change-boot-order.php.

Pertama, saat komputer melakukan boot dari DVD, akan ditampilkan menu seperti berikut…

Boot Menu

Boot Menu


Read the rest of this entry »

Ext4 Filesystem, Kandidat Filesystem Default Linux

On Monday, 13 04 2009 By amrinz In: News
Tags:linux, News

Add comment


Filesystem Ext4, generasi baru, pengembangan lebih lanjut dari filesystem Ext3 akan hadir di Ubuntu 9.04. Filesystem Ext4 telah dinyatakan stabil dan didukung sejak kernel linux 2.6.28.

Filesystem Ext4 didesain untuk memberikan performance yang lebih baik dan peningkatan kemampuan. Filesystem Ext4 juga meningkatkan daya tampung maksimal filesystem ke 1 exabyte dan mengurangi wktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk (fsck yang mana pada Filesystem Ext3, setiap 20-30 kali mount).

Berdasarkan test benchmark yang dilakukan oleh beberapa benchmarker, Filesystem Ext4 memiliki keunggulan performance yang significant dalam menulis dan membaca file berukuran besar.
Filesystem Ext4 menyisihkan filesystem lain seperti xfs, jfs, Reiserfs dan ext3.

Dalam kasus Ubuntu 9.04, filesystem ext4 di curigai sebagai faktor utama yang mempercepat waktu boot Ubuntu 9.04.

Filesystem ext4 juga meningkatkan umur hidup media flash seperti SSD. Karena filesystem ext4 tidak melakukan penulisan data layaknya Filesystem ext3 yang menulis beberapa kali (journaling).

Linux Bisa, Windows dan MacOS Tidak Bisa

On Friday, 10 04 2009 By amrinz In: Serbaneka Free Software
Tags:linux, windows

6 Comments


Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh OS semacam Windows dan MacOS.

Dan sebaliknya, Linux bisa melakukannya, bahkan tanpa software tambahan apapun dari pihak ketiga.

Beberapa hal yang tidak bisa dilakukan Windows dan MacOS tetapi bisa dilakukan oleh Linux dibawah ini diambil dari ubuntuforums.org.

  • Meng-upgrade ke versi baru secara sah tanpa membayar biaya upgrade
  • Memiliki versi baru yang lebih ringan dan jalan lebih cepat daripada versi lama dengan hardware yang sama.
  • Mudah menginstall dan menjalankan interface grafis berbeda (saya mencoba mencoba LiteStep dan beberapa pilihan Windows, tidak berjalan mudah, maaf buat penggila Windows)
  • Menginstall dua puluh program dengan satu baris perintah
  • Membuat system menjalankan semua update otomatis untuk semua program terinstall.

Dan masih banyak lagi …

Read the rest of this entry »

Formula Ajaib Mengatur Partisi Di Linux

On Sunday, 20 07 2008 By amrinz In: Opinions
Tags:linux, partition

1 Comment


Partisi di Linux sudah kita ketahui, secara umum, distributor menyarankan kita untuk membuat minimal 3 buah partisi.
Partisi root (/), partisi /home, dan partisi swap. Ukuran minimalnya pun sudah umum kita ketahui. Disarankan, paling tidak 2Gb untuk root (/), 2x RAM fisik untuk swap dan sisanya untuk /home yang sering menjadi pilihan yang tidak harus ada, mengingat, root (/) akan menampung “segalanya”.

Di Windows, paling tidak kita memerlukan satu partisi, Drive C. Begitu juga di *BSD, dan saya yakin, OS-OS lainnya.

Tetapi, OS bukanlah barang mati. Contohnya Linux, “sejatinya” Linux hanya memerlukan sebuah partisi saja, partisi root (/).
Di dalam root ini akan dibuat direktori-direktori (yang bisa di mount ke partisi tertentu).

Ada kalanya, sistem yang kita miliki miskin memory, maka kita menambahkan partisi baru sebagai swap. Sebaliknya, jika memory RAM kita berlebih, sementara pekerjaan yang ditangani “biasa-biasa” saja, untuk apa partisi swap?

Lalu kita ingin sistem kita lebih aman, agar saat re-install, kita tidak perlu mengkhawatirkan data-data penting kita (yang disimpan di home). Maka kita menyisihkan space hardisk untuk direktori /home.

Jika kita mengelola sebuah sistem yang besar, dengan ber-giga-giga data, kita akan menambahkan hardisk, kemudian setiap direktori di bawah root, semisal /usr kita mount ke hardisk tersebut. Atau malah, hardisknya berada di komputer sebuah jaringan.

Proses ini akan terus berulang seiring mengguritanya sistem kita dan seterusnya.

Lalu?

Kesimpulannya, kita tidak perlu terpaku pada sebuah “formula ajaib” untuk mengatur partisi. Partisi ditambahkan atau tidak tergantung kebutuhan sistem kita.

Malah, bisa jadi, sistem kita akan bertambah “lambat”. Karena setiap mount itu menggunakan resource sistem dan memakan waktu.

Merubah Kebiasaan FSCK Dengan AutoFSCK

On Wednesday, 16 04 2008 By amrinz In: CommandLine, Install Guide
Tags:CommandLine, linux, tips trik

Add comment


Setiap volume extfs di GNU/Linux, sejak awal pembuatannya (format) telah di schedule agar di check setiap 25 kali mount dengan program FSCK (File System Check).
Itulah sebabnya mengapa ketika anda telah booting (artinya anda melakukan mount juga) yang ke 26, sistem GNU/Linux anda akan melakukan file system check otomatis saat boot.

Biasanya, file system check ini berlangsung cukup lama dan yah, menghentikan proses boot sampai proses pengecekan disk selesai. Bayangkan jika anda memiliki lebih dari satu partisi dan waktu fsck adalah 3-5 menit-an.

Saya dan anda pasti tahu, kebiasaan fsck otomatis ini bisa di overide (count reset!) menggunakan pemeriksaan manual atau tune2fs.

Yang akan saya bahas adalah bagaimana memanipulasi kebiasaan ini agar:

  • Penghitungan automatic fsck dimulai saat mount ke-30 atau ke-45
  • Autofsck tidak dimulai saat booting tetapi di mulai saat reboot/shutdown

Syukurlah, di GNU/Linux sangat banyak program FREE (bebas!) yang tersedia, salah satunya adalah autofsck. Menurut Ubuntu wiki, fsck adalah:

“It’s really quite simple, every time you shut down, AutoFsck finds information on your disks. Every linux partition has two important number associated with it, one is the number of times it has been mounted, the other is the number of times it is allowed to before being checked. AutoFsck looks at these, and if your drives are due for checking it asks if you want to check them. If you say yes, your drives are checked before your computer shuts down. If you say no, AutoFsck will ensure that the check will not run next time your computer boots. You will then be prompted again the next time you shut down.”

Read the rest of this entry »

Beberapa Issue Ngawur Tentang Linux

On Monday, 25 02 2008 By amrinz In: Opinions
Tags:linux, Opinions

10 Comments


Anda seperti saya, menggunakan GNU/Linux dan fans berat?
Jangan terpedaya dengan anggapan-anggapan ini:

Tidak Ada Virus di Linux
Meskipun sampai saat ini belum ditemukan virus yang benar-benar mampu merusak di Linux, bukan berarti kita harus mengabaikan sistem saudara kita yang non-linux.
Virus memang tidak berjalan di Linux, tetapi ketika anda mengirimkannya mengirim email atau file ke sistem yang rentan virus, bukankah akan membuat tudingan yang tidak enak ke muka anda?
Jadi, pastikan anda membersihkan USB anda, pastikan anda memasang antivirus saat online, dsbnya.

Jika Ada Bug, Selesainya Cepat Karena Ada Komunitas
Meskipun, penyelesain sebuah bug (patch) di komunitas Open Source relatif lebih cepat, tetapi membiarkan sistem anda dalam keadaan tidak stabil, walaupun sekejab, sangat berbahaya. Apalagi untuk sistem yang besar.

Linux Lebih Baik Dari OS Lain
Anggapan seperti ini, selain kesannya sombong dan tidak mengenal diri sendiri, juga berbahaya. Well, kita harus realistis saja.
Saya sendiri tidak bisa merinci apa yang baik dan apa yang buruk dari Linux maupun OS lain, tetapi sampai saat ini, semua kebutuhan saya untuk bekerja dan bersenang-senang (dua motivasi utama orang berkomputer) terpenuhi di Linux.
Tetapi, tetap saja ada kekurangannya (yang bisa ditutupi jika saya punya duit lebih) seperti aplikasi flash, game-game berat, dan dukungan vendor (terutama untuk driver hardware).

Mudah-mudahan, GNU/Linux akan semakin swasembada!

Apa lagi ya ……



SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline