Archives in ‘Opinions’ Category


7 Kunci Cepat Mahir Belajar Linux

On Monday, 20 10 2008 By amrinz In: Opinions
Tags:belajar linux, migrasi

39 Comments


Setiap sesuatu ada rahasianya, ada cara kerjanya, ada sistem dan formulanya.
Linux pun begitu.

Sebagai sistem operasi, pada mulanya linux di desain menurut contoh moyangnya UNIX.
Tetapi dalam perjalanan, Linux mengalami evolusi yang luar biasa.

Ada 7 kunci (yang saya rumuskan, tentunya) untuk memahami Linux.

Apa saja kunci-kunci cepat mahir belajar linux itu, silahkan simak pada tulisan berikut.
Read the rest of this entry »

Formula Ajaib Mengatur Partisi Di Linux

On Sunday, 20 07 2008 By amrinz In: Opinions
Tags:linux, partition

1 Comment


Partisi di Linux sudah kita ketahui, secara umum, distributor menyarankan kita untuk membuat minimal 3 buah partisi.
Partisi root (/), partisi /home, dan partisi swap. Ukuran minimalnya pun sudah umum kita ketahui. Disarankan, paling tidak 2Gb untuk root (/), 2x RAM fisik untuk swap dan sisanya untuk /home yang sering menjadi pilihan yang tidak harus ada, mengingat, root (/) akan menampung “segalanya”.

Di Windows, paling tidak kita memerlukan satu partisi, Drive C. Begitu juga di *BSD, dan saya yakin, OS-OS lainnya.

Tetapi, OS bukanlah barang mati. Contohnya Linux, “sejatinya” Linux hanya memerlukan sebuah partisi saja, partisi root (/).
Di dalam root ini akan dibuat direktori-direktori (yang bisa di mount ke partisi tertentu).

Ada kalanya, sistem yang kita miliki miskin memory, maka kita menambahkan partisi baru sebagai swap. Sebaliknya, jika memory RAM kita berlebih, sementara pekerjaan yang ditangani “biasa-biasa” saja, untuk apa partisi swap?

Lalu kita ingin sistem kita lebih aman, agar saat re-install, kita tidak perlu mengkhawatirkan data-data penting kita (yang disimpan di home). Maka kita menyisihkan space hardisk untuk direktori /home.

Jika kita mengelola sebuah sistem yang besar, dengan ber-giga-giga data, kita akan menambahkan hardisk, kemudian setiap direktori di bawah root, semisal /usr kita mount ke hardisk tersebut. Atau malah, hardisknya berada di komputer sebuah jaringan.

Proses ini akan terus berulang seiring mengguritanya sistem kita dan seterusnya.

Lalu?

Kesimpulannya, kita tidak perlu terpaku pada sebuah “formula ajaib” untuk mengatur partisi. Partisi ditambahkan atau tidak tergantung kebutuhan sistem kita.

Malah, bisa jadi, sistem kita akan bertambah “lambat”. Karena setiap mount itu menggunakan resource sistem dan memakan waktu.

Antara Free Software dan Open Source

On Monday, 12 05 2008 By amrinz In: Opinions
Tags:Opinions

3 Comments


Bagi pemerhati kedua gerakan ini, pasti memahami bahwa terdapat perbedaan antara keduanya. Yang satu bermakna perangkat lunak bebas, yang satu lagi bermakna kode sumber terbuka.

Dulu, sebelum membaca dan mendapatkan pengertian dari mas RMS, saya menganggap keduanya adalah makhluk yang sejenis dan identik.
Ternyata, setelah mendapatkan pengertian, saya merasa kok open source itu lebih memiliki “udang di balik batu” ketimbang free software.

Open Source menurut pengertian harfiahnya adalah perangkat lunak yang kode sumbernya terbuka, tersedia untuk umum. Tetapi, open source bukanberarti free 100%. Ada bagian-bagian yang tidak bisa anda gunakan dan rubah sesuka hati anda.

Contoh kasus yang paling terkenal adalah browser populer Firefox dari perusahaan Mozilla dengan komunitas developer Debian.
Read the rest of this entry »

Model Bisnis Open Source

On Wednesday, 02 04 2008 By amrinz In: Opinions
Tags:open source, Opinions

1 Comment


Siapa bilang open source tidak menghasilkan uang?
Siapa bilang menggratiskan software bakal merugi?
Siapa bilang membuka rahasia perusahaan (source code) akan membangkrutkan anda?

Redhat, Canonical, Novel, Mandriva, dan banyak lagi perusahaan tersukses tahun ini mengusung open source sebagai model bisnis mereka. Redhat untung besar dengan OS Redhatnya dan platform Jboss, Canonical menangguk hasil dari kerja keras mereka, Ubuntu. Novel pesta pora dengan SUSE-nya, begitu juga Mandriva.

Mereka memiliki produk, mereka berani membuka rahasia perusahaan (source code), mereka tidak merugi, sebaliknya, mereka sukses besar.

Sebagai pembanding, model bisnis umumnya (saya menyebutnya: gaya rimba) yang populer bisa saya singkat seperti ini:
“Temukan produk (misalnya: software/OS), kunci source codenya (patenkan bila perlu), jual sebanyak mungkin lisensi/kopinya, beli pesaing anda, jadilah satu-satunya, bila perlu, masuki juga industri-industri pendukungnya, maka anda akan terus eksis.”
Read the rest of this entry »

Update dan Upgrade, Penting Gak Sih?

On Wednesday, 02 04 2008 By amrinz In: Opinions

3 Comments


Update adalah proses mem-perbarui sebuah aplikasi. Biasanya berupa perbaikan-perbaikan atau peningkatan fitur. Proses ini tidak meningkatkan versi sebuah software (versi tetap sama).

Upgrade adalah proses penggantian sebuah aplikasi dengan versi yang lebih baru. Biasanya, versi baru lebih rakus memori dan tambun dalam ukuran.

Penting artinya keharusan tapi tidak wajib (?)

Dari sisi komersial, di dunia proprietary, update dan upgrade menjadi salah satu sumber pemasukan bagi perusahaan.
Di dunia open source, update dan upgrade, bisa dikomersilkan atau malah gratis.

Pertanyaannya sekarang, seberapa pentingkah update dan upgrade bagi anda?
Jawabannya, bisa anda simak berikut ini (opini saya lho!).
Read the rest of this entry »

Hacker, Pahlawan Apa Penjahat?

On Wednesday, 02 04 2008 By amrinz In: Opinions

4 Comments


Menurut definisi saya, hacker adalah orang yang menyusup ke sistem lainnya tanpa melalui jalur kelaziman.

Menyusup berarti masuk tanpa ijin, bisa diperluas menjadi reverse enginering, security penetration, carding, dan sebagainya.
Sistem di sini bisa berarti software, lokasi, jaringan, atau media.

Pertanyaannya, “hacker itu, pahlawan atau penjahat?

Menurut IDEAL saya, hacker itu seorang penjahat.
Karena:

  • Hacker, tidak peduli mau black/white/warna lainnya, saat ia menyusup, sudah melanggar privasi.
    Meskipun pelanggaran ini terhitung pelanggaran ringan dan mungkin, tanpa jejak. Meskipun yang disusupi itu sistem yang tidak rentan informasi.
  • Hacker, merugikan orang lain.
    Tidak peduli anda menjebol situs porno dengan kartu kredit/password curian, hacker sudah mengganggu usaha/modal orang lain. Keburukan sebuah target (misalnya situs porno) tidak menjadikan perbuatan tersebut mulia.
  • Kejahatan seorang hacker menjadi berlipat ganda ketika perbuatan seorang hacker mendorong orang lain melakukan kejahatan.
    Seorang hacker bersalah ketika dia menjebol sebuah kartu kredit. Kesalahannya berlipat dua ketika ia memberikan kartu kredit curian itu kepada orang lain. Kesalahannya bertambah lagi setiap orang lain menggunakan hasil kejahatannya tersebut. Seperti bola salju.

Menurut IDEAl saya, hacker itu seorang pahlawan hanya ketika ia melakukan penyusupan itu terhadap sistem musuh. Tentu saja dalam keadaan perang. Karena dalam perang, kita harus menggunakan semua potensi yang ada untuk mencapai kebebasan.
Ya, perang haruslah membebaskan!

Sekarang, Hacker-kah anda?
Penjahat? Atau pahlawan?

Dependency dan Bagaimana Linux Mengatasinya

On Friday, 21 03 2008 By amrinz In: Opinions, Ubuntu GNU/Linux
Tags:ubuntu

4 Comments


Dependency (dependensi) bisa diartikan ketergantungan. Di Linux, dependensi berarti paket lain yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah paket.

Misalnya, paket d memiliki dependensi terhadap paket a, paket b, dan paket c. Paket d akan berjalan dengan baik jika kita menginstall paket a, paket b, dan paket c. Ketiga paket tersebut harus diinstall agar paket d berfungsi baik dan maksimal.

Dependensi kadang-kadang menjadi sesuatu yang menyebalkan, apalagi jika distributor memanajemen dependensi dengan buruk.

Misalnya di Ubuntu. Paket “ubuntu-desktop” meminta dependensi lebih dari yang dibutuhkan. Padahal, jika beberapa paket tidak diinstall (diikutkan sebagai dependensi), ubuntu tidak bermasalah saat berjalan. Paket-paket yang saya maksudkan adalah paket-paket semacam gnome-games. Paket-paket sejenis ini (tidak urgent) biasanya saya un-install.

Bagaimanapun, developer Ubuntu mengeset dependensi berdasarkan kemampuan PC atau kondisi saat ini secara umum.

Linux tidak semata-mata terdiri dari satu paket yang bisa berjalan sendiri dan tidak membutuhkan paket lainnya. Linux sendiri merupakan kesatuan dari kernel, aplikasi, karya seni, dan struktur yang saling berkaitan. Setiap paket memegang peranan penting dalam membentuk Linux.
Read the rest of this entry »



SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline