Archives in ‘CommandLine’ Category


Bagaimana Menggunakan CommandLine untuk Mem-Burn CD di Linux

On Saturday, 13 12 2008 By amrinz In: CommandLine
Tags:burn cd, cdrecord

1 Comment


Anda tidak memerlukan program-program canggih untuk mem-bakar CD di Linux. Anda dapat melakukannya melalui commandline. Ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan.

Me-mount File Image ISO di Linux

CD/DVD-ROM sering di distribusikan (atau di bajak) secara digital dalam bentuk file image ISO. Seperti file .zip atau .tar, sebuah file ISO merupakan kumpulan file-file yang digabungkan. Perbedaan utamanya adalah, file ISO membawa informasi khusus, bagaimana file-file itu ditulis dalam CD/DVD-ROM. Begitu anda mendapatkan sebuah file ISO, anda dapat langsung mengakses isi-nya tanpa harus membakarnya ke dalam sebuah CD.
Read the rest of this entry »

Membuat Bootable Rescue CD/DVD System

On Saturday, 13 09 2008 By amrinz In: CommandLine, Tips and Trick
Tags:CommandLine, Rescue

4 Comments


Melanjutkan tutorial sebelumnya yang membahas instalasi ubuntu pada usb external hardisk, pada dasarnya berlaku untuk semua distribusi.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana mem-boot system eksternal tersebut di komputer manapun dengan hanya membekal sebuah CD bootable yang berisi kernel dan initrd yang sesuai.

Caranya sebagai berikut.
Buka terminal anda, saya asumsikan anda bekerja di home direktori anda sendiri.

mkdir tmp

mkdir  cdboot

sudo mount  /dev/sdb1   tmp/

sudo rsync -avr tmp1/boot  cdboot/

Ini akan membuat sebuah direktori kerja sementara yang kita isi dengan kernel dan initrd system usb kita.
System usb (sdb1) kita mount di direktori kerja cdboot/.
Read the rest of this entry »

Mengintegrasikan ntfs-3g dan HAL

On Friday, 12 09 2008 By amrinz In: CommandLine, Tips and Trick
Tags:ntfs-3g

Add comment


Tutorial ini sebetulnya sudah out date, karena sudah jarang distro terbaru yang tidak mendukung full read-write access pada filesystem ntfs.

Hanya kebetulan, saya membutuhkannya untuk ubuntu dapper maka saya pikir untuk mendokumentasikannya disini.
Mungkin anda membutuhkannya.

Sebelum kebingungan, baiknya kita kenali dulu apa itu ntfs-3g, apa itu hal, dan mengapa meng-integrasikan keduanya menjadi penting.

ntfs-3g adalah driver dan interface terbaru dan stabil untuk filesystem proprietary milik “you know who”, ntfs. Dengan ntfs-3g kita bisa melakukan mounting read/write pada partisi dengan filesystem ntfs.

Salah satu alasan mengapa saya (dan mungkin anda) menggunakan ntfs pada usb flash disk atau eksternal hardisk adalah kemampuannya meng-handle file yang lebih besar dari 4Gb. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh filesystem FAT (32/16).

HAL adalah sebuah protokol yang salah satu kelebihannya adalah mengijinkan kita (user) melakukan “sesuatu” berdasarkan sebuah event. Misalnya, mencolokkan usb flash disk atau cdrom atau kamera yang akan memicu bekerjanya aplikasi yang sesuai.
Read the rest of this entry »

Merubah Kebiasaan FSCK Dengan AutoFSCK

On Wednesday, 16 04 2008 By amrinz In: CommandLine, Install Guide
Tags:CommandLine, linux, tips trik

Add comment


Setiap volume extfs di GNU/Linux, sejak awal pembuatannya (format) telah di schedule agar di check setiap 25 kali mount dengan program FSCK (File System Check).
Itulah sebabnya mengapa ketika anda telah booting (artinya anda melakukan mount juga) yang ke 26, sistem GNU/Linux anda akan melakukan file system check otomatis saat boot.

Biasanya, file system check ini berlangsung cukup lama dan yah, menghentikan proses boot sampai proses pengecekan disk selesai. Bayangkan jika anda memiliki lebih dari satu partisi dan waktu fsck adalah 3-5 menit-an.

Saya dan anda pasti tahu, kebiasaan fsck otomatis ini bisa di overide (count reset!) menggunakan pemeriksaan manual atau tune2fs.

Yang akan saya bahas adalah bagaimana memanipulasi kebiasaan ini agar:

  • Penghitungan automatic fsck dimulai saat mount ke-30 atau ke-45
  • Autofsck tidak dimulai saat booting tetapi di mulai saat reboot/shutdown

Syukurlah, di GNU/Linux sangat banyak program FREE (bebas!) yang tersedia, salah satunya adalah autofsck. Menurut Ubuntu wiki, fsck adalah:

“It’s really quite simple, every time you shut down, AutoFsck finds information on your disks. Every linux partition has two important number associated with it, one is the number of times it has been mounted, the other is the number of times it is allowed to before being checked. AutoFsck looks at these, and if your drives are due for checking it asks if you want to check them. If you say yes, your drives are checked before your computer shuts down. If you say no, AutoFsck will ensure that the check will not run next time your computer boots. You will then be prompted again the next time you shut down.”

Read the rest of this entry »

Mengembalikan Password Yang Terlupa

On Wednesday, 16 04 2008 By amrinz In: CommandLine, Tips and Trick
Tags:CommandLine, tips trik, ubuntu

Add comment


Pernahkah anda mengalami kehilangan password di sistem GNU/Linux anda?

Jika ya, mungkin anda telah mengetahui ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan password tersebut.

Cara 1. Menggunakan akun root untuk membuat password baru, anda bisa meminta admin anda untuk melakukannya.

Cara 2. Menggunakan Rescue CD untuk mendapatkan akses root.
Biasanya pengguna ubuntu atau distro yang menggunakan akun sudo (root dan user biasa tidak dipisahkan) bisa menggunakan cara ini.

Sebagai contoh, di Ubuntu, anda bisa menggunakan CD Live dan menambahkan opsi boot: rescue saat booting. Atau menggunakan menu GRUB default Safe Mode (single).

Setelah anda mendapatkan prompt, jalankan:

passwd username

Ta da … , password anda telah kembali!

A Complete GRUB Manual

On Monday, 25 02 2008 By amrinz In: CommandLine
Tags:CommandLine, grub

6 Comments


Bootloader adalah aplikasi pertama yang dijalankan bios sesaat setelah booting. Bootloader akan meload kernel yang menjalankan sistem operasi.

Dalam beberapa sistem, terdapat bootloader yang berbeda. Bootloader Windows, berbeda dengan Bootloader Linux, Berbeda juga dengan bootloader BSD.

GNU GRUB, sebelum menjadi proyek resmi GNU dikembangkan oleh Erich Boleyn yang sedang berusaha memodifikasi bootloader milik FreeBSD agar dapat memboot GNU Hurd. Tetapi kemudian Erich dan rekannya Brian membuat bootloader mereka sendiri karena lebih mudah daripada memodifikasi bootloader FreeBSD dengan menjaga keasliannya.

Pada tahun 1999, GRUB di ambil alih pengembangannya oleh yayasan GNU karena keterbatasan waktu yang dimiliki Erich untuk mengembangkannya sementara antusiasme pengguna luar biasa. Saat ini, GNU GRUB di maintain oleh Gordon Matzigkeit dan Yoshinori K Okuji.

Fitur-fitur GRUB

  • Mendukung penuh spesifikasi multiboot, sehingga mampu meload setiap kernel open source dan proprietary (DOS,Win,OS2) melalui ChainLoading)
  • Mengenali berbagai file executable
  • Mampu membaca file konfigurasi
  • Mendukung berbagai tipe filesystem (FAT, NTFS, BSD, EXT, dll)
  • Mampu menyediakan interface menu
  • Memiliki Command Line dengan kemampuan layaknya terminal (tab completion, builtin help, dsb)
  • Mendukung Boot Jaringan
  • Dsb


Read the rest of this entry »

QA: Menelanjangi sudo dan mount

On Friday, 18 01 2008 By amrinz In: CommandLine, Tips and Trick
Tags:tips trik, ubuntu

1 Comment


Apakah sudo itu?

sudo adalah mekanisme yang digunakan untuk menjalankan aplikasi/pekerjaan sebagai root oleh user biasa yang diberi akses grup sudo (sudoers) dengan password pribadinya. Sifatnya non permanen, artinya, selang waktu tertentu user harus memasukkan passwordnya kembali.

Apa Perbedaan sudo, gksu dan kdesu?

sudo digunakan di sembarang terminal, gksu digunakan dilingkungan GUI GNOME/XFCE, sedangkan kdsu digunakan di lingkungan KDE.

Lalu su?

su adalah perintah untuk bersalin login menjadi super user (root) dengan memasukkan password asli root. Selama dia belum exit, apapun yang dilakukannya adalah pekerjaan super user. Karena itulah mengapa menggunakan sudo lebih aman sebab selang waktu tertentu (timeout) harus memasukkan password kembali.
Read the rest of this entry »



SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline