Bercinta dan Mabuk Dengan Wine

On Friday, 18 January 2008 Category: Virtualization
Tags:wine

Add comment


Wine (baca: wine) pada awalnya tidaklah berarti apa-apa. Namun akhir-akhir ini, wine adalah sebuah penyangkalan. WIne Not Emulator (windows).

Betul, wine bukanlah emulator yang bertindak seolah-olah sebagai windows untuk aplikasi native windows. Wine adalah API (Application Programming Interface) untuk Windows. API yang digunakan oleh wine bersifat free (open source) dan lebih sering disebut sebagai winelib (wine library).

Tujuan utama wine adalah untuk keperluan pengembangan, menjalankan aplikasi native windows untuk keperluan development (awalnya). Tetapi tentu saja sebagaimana wine (anggur) bisa digunakan untuk memasak dan kesehatan, wine juga bisa membuat anda mabuk.

Kemabukan anda dimulai ketika anda menemukan bahwa hampir semua aplikasi favorit windows anda bisa berjalan dengan mulus di Linux anda. Kenapa mabuk?
Mabuk bisa terjadi jika anda overdosis menginstall aplikasi windows dan melupakan Linux anda sendiri.

Saya sendiri hanya menginstall aplikasi-aplikasi ringan dan free (freeware/open source) seperti:

  • photofiltre
  • clonk planet
  • TsWebeditor
  • mlines 24
  • foxit reader stand alone

Selain wine, anda juga harus mengenal crossover dan cedega.
Crossover terkenal dengan kustomasinya untuk aplikasi “perkantoran”, sedangkan Cedega lebih terkenal dengan spesialisasi games-nya.

Anda juga harus mengenal proyek ReactOS (ROS) yang mencoba mengembangkan wine sebagai sebuah Sistem Operasi yang lengkap. Termasuk boot loader, kernel dan interface-nya. Karena masih dalam tahap pengembangan, ROS baru mendukung PC dengan processor INTEL/X86 (32 bit) saja.
Untuk sistem lain, silahkan menggunakan qemu.

Installasi dan Setting Wine

OK, cukup perkenalannya, sekarang kita membahas instalasinya.

Download wine terbaru dari wine-hq.com atau jika anda pengguna Ubuntu, download paket deb nya di http://wine.budgetdedicated.com, ambil paket yang sesuai untuk GNU/Linux dan release Ubuntu anda.

Install dengan dpkg:

sudo dpkg -i wine-xxx.deb

Setting awal dengan menjalankan:

winecfg

Lalu di jendela yang muncul setting windows release apa yang akan menjadi default anda atau berdasarkan per-aplikasi. Setting juga sound system yang digunakan.

Oh ya, dengan menjalankan winecfg, anda akan dibuatkan direktori .wine di home direktori anda

Writen by amrinz
Permalinks: Bercinta dan Mabuk Dengan Wine

Artikel ini ditulis dengan harapan bisa memberi manfaat bagi anda. Anda DIIJINKAN untuk mem-publikasi-kan ulang artikel ini dengan atau tanpa modifikasi untuk keperluan NON-KOMERSIAL serta WAJIB MELETAKKAN LINK BALIK ke halaman web ini.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.



SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline